Rabu, 09 Maret 2011

bagiku Ia seperti MEGAMIND

" Uda pada pernah nonton "MEGAMIND"? film lama sih. tp dari film ne, kita bs ambil pelajaran. pertama, setiap makhluk lahir dalam keadaan FITRAH, tak memandang bagaimana parasnya. kedua, lingkungan sangat berperan dalam CHARACTER BUILDING. ketiga, PERILAKU MENYIMPANG muncul karena (salah satuny) adanya PELABELAN. dan yang terakhir , HATI NURANI tak bisa menipu; sejahat ia, pasti dalam hati kecilnya ada kebaikan yg akan mengusik dan membuatny gelisah.

DEDICATED buat ADE' KAMI, V^^q. "

http://www.facebook.com/home.php#!/note.php?note_id=192816550738584


Tulisan ini pernah saya post di situs jejaring facebook beberapa waktu lalu. Semata mata sebagai rasa empati saya kepada sang MEGAMIND, sejak banyak orang di lingkungan kerjaku yang membicarakan dia dan blog pribadinya. Dalam blognya (terlepas dengan kontroversi isinya), ia telah menjadi PUBLIC ENEMY bagi para pengunjung blog itu. Namun, dari sekian banyak pengunjung, (rasanya) tidak ada satupun yang bertanya mengapa dia bisa menulis seperti itu atau apa dan bagaimana kronologi cerita. Semuanya mencerca dan menghakiminya. Bahkan, banyak pengunjung yang (saya yakin) bukan dari lingkungan kerja kami ikut berkomentar dan menghakimi. Dan terlepas apakah dia salah, saya berempati bahwa menjadi orang yang terus menerus dihakimi sangatlah tidak enak.

Di saat itulah, sebuah film berjudul MEGAMIND menginspirasi saya menulis catatan di atas. Bagaimana sang tokoh yang sebenarnya baik, menjadi buruk hanya karena PELABELAN dan PENGUCILAN dari lingkungan sekitarnya serta didukung dengan LINGKUNGAN yang tidak baik pula. Atas dasar itulah, saya berpikir bahwa dia hanya korban atas ketiga hal di atas.

Lingkungan kerja yang (mungkin) tidak menerima dia hingga terjadi konflik yang berujung pada pengucilan atas dirinya. Pengucilan yang membuatnya mengungkapkan isi hati dan keluh kesahnya di blog. Tidak ada yang salah dari blog. Namun, saat seseorang menulis dan "berbagi" di media seperti blog maka dia masuk dalam ruang publik yang sangat kompleks. Di sinilah muncul pelabelan. Tulisan tulisannya mengundang kontroversi dan sarat dengan kata-kata yang tidak santun. Namun, jika kita objektif, tentu kita akan melihat terlebih dahulu apa yang menjadi penyebab mengapa ia berbuat seperti itu. Masalahnya, subjektifitas sering lebih unggul dari pada objektifitas. Semua pengunjung yang membaca tulisannya, bisa dipastikan, akan mencerca dan dan menyudutkan.

Dari peristiwa ini, saya belajar banyak hal. Bahwa KOMUNIKASI sangatlah penting. Komunikasi bisa menjadi upaya pencegahan seseorang berbuat menyimpang. Tentu setiap orang pasti ingin didengar. Keluarga mengambil peran pertama dan utama dalam hal ini.
Menjadi OBJEKTIF sangat diperlukan dalam memandang sebuah masalah. Saat seseorang bermasalah, bukan berarti ia mencari masalah. Ia hanya berkeluh kesah dan membutuhkan solusi dan bantuan dari kita. Maka segala bentuk penghakiman justru akan memperburuk masalah dan membuatnya semakin putus asa.

Saya tak bermaksud menghakimi, bahkan saya tak berani untuk itu. Dan saya akui bahwa tulisan ini adalah penilaian yang sepihak.

Minggu, 12 April 2009

dedicated: anak-anak yang bukan kesayangan orang tuanya

semalem aku nonton program "Mario Teguh, Golden Way" di Metro TV.
ada pertanyaan dari salah seorang audience mengenai konsep keadilan dalam keluarga. jika konsep ini ada, mengapa ada anak yang lebih disayangi dibanding anak-anak yang lain?

dengan bijak dan tenang, sang motivator menjawab pertanyaan itu.
dengan ilustrasi yang menarik, beliau menjelaskan.
"buktikan!!....", kata itu terucap

anak kesayangan memang mendapat kasih sayang yang lebih dibandingkan dengan anak-anaklainnya. tapi anak-anak yang kurang kasih sayangnya itu akan disayangi oleh Tuhan.
buktikan, anak kesayangan tidak disukai oleh teman-temannya dan anak-anak lainnya punya banyak teman. dan soal rejeki, anak kesayangan akan terus bergantung kepada orang tuanya sedang yang lain dapat mencari sendiri

meski redaksinya tak sperti yang kutulis, tapi Insya Allah, kurang lebih begitu.

jadi, buat para blogger yang merasa kurang dapet kasih sayang ato jadi anak nomer sekian, ga usah bersedih hati. karena Tuhan akan mencurahkan kasih sayang-Nya, lebih kepada kita dibandingkan anak kesayangan orang tua kita.

SALAM SUPER.....

Sabtu, 17 Januari 2009

logo rumaH.peLangi


akhirnya.....
logo usaha kami sudah terwujud.
bagaimana pendapat blogger semua?
dengan logo ini, kami telah semakin mantap mengembangkan usaha ini. indah bukan peLangi di rumaH kami?
seindah usaha kami tentunya..... :)

a s t a m a

gigih, pantang menyerah, pekerja keras....
bukan "Arek Suroboyo TAat MArka" lho.... :)

itu adalah harapan kami.
usaha kecil yang dilandasi ke-"ASTAMA"-an.
meski berwal dari jualan pulsa keliling kost, meski seperti jecilnya butir-butir embun yang membiaskan peLangi. Tapi dengan kegigihan, insya Allah usaha ini akan berkembang.

nama ini juga singkatan lho. "Aime Sejahtera Tata Mandiri".
Aime, nama kita berdua. dan semoga bisa Sejahtera lewat usaha ini, menuju kemandirian. Amin...



___________________________________________________________________
dapatkan semua solusi bisnis internet disini...
http://www.formulabisnis.com/?id=astama2rich

Selasa, 09 Desember 2008

rumaH.peLangi

aku dan "ade' ketemu gede"-ku memulai usaha ini.
peLangi, pembiasan cahaya matahari yang menghasilkan begitu banyak warna indah. ini adalah harapan kami. usaha yang dimulai dari hal kecil seperti butir-butir air yang menghasilkan warna yang indah dan bergerak di berbagai warna usaha.

usaha perdana kami adalah membuka jasa pelayanan pulsa elektronik.
dan alhamdulillah usaha ini telah berjalan. memenuhi pelanggan sekitar kost Ade'ku. keinginan ini muncul karena kami berdua doyan telepon. Ade'ku, selalu stres kalo aku harus menghabiskan uang sakuku buat beli pulsa melulu. meski hasilnya belum banyak, tapi cukup menghemat pengeluaran pulsa kami.

bagaimanapun kebutuhan komunikasi takkan pernah habis dimakan jaman. semua orang pasti membutuhkannya. apalagi di jaman yang kini para penyedia jasa komunikasi berlomba-lomba menawarkan tarif yang murah. kini dengan Rp. 5000 orang bisa telepon, kami melihat prospek usaha ini.

dan yang masih dalam proses pendanaan adalah usaha kami yang kedua. biro perjalanan.
maklum kami adalah mahasiswa perantaun, yang menyadari begitu pentingnya tiket dan perjalanan. pulang kampung adalah keharusan. bertemu dengan ortu dan orang-orang terdekat, oh.... itu sungguh kami rindukan. rata-rata temen "seperguruan"-kami harus berangkat awal menuju stasiun agar dapet tiket. ato harus booking tiket jauh-jauh. jauh-jauh hari, juga jauh tempatnya.namun dengan adanya "rumaH.peLangi", semuanya jadi mudah dan menyenangkan. tak perlu habiskan waktu, karena kami hadir di tengah-tengah Anda.

semoga usaha ini seindah peLangi....
memberi warna dari kehidupan kecil kita .^_^.